Pidato Tentang Cara Rasulullah Mendidik Anak

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Pidato Tentang Cara Rasulullah Mendidik Anak

Cara Rasulullah mendidik anak, bagaimanakah kiranya? Tentunya menjadi sangat penting untuk mencari tahu bagaimanakah kiranya Rasulullah Saw. yang merupakan manusia terbaik mendidik anak-anak. Bagaimanakah kiranya metode yang beliau gunakan, ? tentunya sebagai umat muslim kita seharusnya menjadikan beliau sebagai referensi dalam pelbagai aspek kehidupan terutama dalam mendidik anak-anak sebagai permata generasi bangsa. Selengkapnya tentang pidato cara Rasulullah Saw. mendidik anak, berikut ini semoga bermanfaat !

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 Hadirin yang berbahagia

Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya menyampaikan sedikit ilmu tentang pendidikan anak usia dini. Istimewanya adalah bahwa bahasam yang akan diberikan bukan hanya tentang PAUD secara umum tapi berkaitan dengan bagaimana Rasulullah Saw. Manusia terbaik sepanjang zaman mendidik anak-anak usia dini.

 PAUD yang kepanjangan dari ‘Pendidikan Anak Usia Dini’, merupakan suatu pembinaan pada anak yang masih berusia belia atau masih pada awal tahap perkembangan. Tahap ini merupakan tahap yang berada pada masa emas (golden age). Masa emas perkembangan anak, terjadi pada usia prasekolah dimana 80% perkembangan pengetahuannya (kognitif) dicapai pada masa ini. Perkembangan kognitif anak harus mendapat stimulasi agar dapat berkembang secara optimal.

Secara psikologis PAUD merupakan episode awal kehidupan anak yang paling menentukan kehidupannya di masa mendatang. Masa ini menjadi masa penting pembentukan pondasi kepribadian, sehingga keberadaannya dapat menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam menjadikan anak kita sukses di kemudian hari.

Banyak contoh yang menjadi bukti dari keberhasilan pendidikan dimasa usia dini ini, diantaranya Muhamad Al-Fatih yang di didik oleh kakek dan ayahnya ketika masih sejak dini sehingga dapat menjadi pribadi yang luarbiasa ketika sudah menginjak usia remaja dengan dapat menaklukan Konstantinopel (sekarang Istanbul) pada usianya yang baru menginjak 21 tahun, Ali ra. yang menjadi anak muda pertama yang memegang panji islam dengan begitu tangguh. Dalam hal strategi perang, dalam pemikiran, dan ilmu pengetahuan, bahkan Rasul menjuluki Ali sebagai key of knowledge atau sebagai kunci dari ilmu pengetahuan. Mengapa bisa seperti ini?

 Tentunya ini berasal dari didikan Rasul terhadap Ali ra. yang begitu optimal dalam memberikan pendidikan sehingga Ali dapat tumbuh menjadi pribadi yang luarbiasa. Hadirin yang berbahagia Manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan Allah Swt, ia memiliki akal pikiran yang dijadikannya alat untuk menimbang mana yang baik dan buruk serta benar dan salah. Hal ini tentunya berawal dari perkembangan manusia pada usia awalnya itu sendiri, yaitu masa usia dininya yang merupakan usia emas yang sangat menentukan perkembangan berikutnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang memiliki IQ superior dan diatas ratarata (high everage) mengikuti program PAUD, sedangkan anak yang memiliki IQ dibawah ratarata (low normal) tidak mengikuti PAUD. Hadirin yang berbahagia Masa emas perkembangan anak hanya akan datang sekali seumur hidup, sehingga sangat perlu diperhatikan dan dioptimalkan agar perkembangan masa emas pada anak ini benar-benar teroptimalkan, seperti halnya Ali ra. dan Muhamad Al-Fatih.

Namun bagaimana cara mengoptimalkannya?

Tentunya, kita tidak usah merasa bingung dengan keadaan ini, kita sebagai umat akhir zaman memiliki nabi akhir zaman yang merupakan suri tauladan kita semua dalam segala hal, yakni nabi Muhammad SAW. yang merupakan manusia terbaik yang pernah hidup di dunia ini. Tentunya dalam mendidik, Rasulpun memiliki seni tersendiri agar setiap pendidikannya itu optimal, apakah itu?

 Imam al-Ghazali mengatakan “anak adalah amanah di tangan kedua orangtuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat atau dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apapun, mudah condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka dia akan tumbuh dalam kebaikan itu. Dampaknya, kedua orangtuanya akan hidup berbahagia di dunia dan di akhirat.

Semua orang dapat menjadi guru dan pendidiknya namun, apabila dibiasakan dengan keburukan dan kelalaian pasti si anak akan celaka dan binasa. Dosanya akan melilit leher orang yang seharusnya bertanggungjawab atasnya dan menjadi walinya yaitu orang yang berkewajiban untuk mendidiknya. .

Diantara banyak metode dan cara yang di lakukan dalam mendidik, Rasulullah selalu menampilkan suri tauladan yang baik agar langsung dapat ditiru perilakunya, bersifat adil, menunaikan hak anak, membelikan mainan yang dapat mendidik sesuai dengan tingkat usia dan bakatnya, membantu anak untuk berbakti dan mengerjakan ketaatan dan tidak suka marah ataupun mencela (karena hal ini dapat berpengaruh buruk untuk perkembangan anak).

Rasullullah SAW mengkatagorikan hal-hal yang penting yang perlu diketahui dalam hal mendidik anak, diantaranya: cara mempengaruhi akal anak, cara mempengaruhi jiwa anak, membentuk aktifitas ibadah anak, membentuk jiwa sosial anak, membentuk jasmani dengan kuat pada anak, menanamkan cinta ilmu pada anak, memelihara kesehatan anak, dan lain-lain yang sangat penting diperhatikan.

Dalam mempengaruhi akal anak, Rasulullah biasa melakukan hal-hal seperti bercerita kisah-kisah teladan para nabi sebelumnya dan sahabat-sahabatnya, berdiskusi dan saling tanya jawab dalam setiap kesempatan bersama anak-anaknya, Melatih anak dengan beraktivitas/ bekerja/ melakukan setiap perbuatan yang baik, mengarahkan anak untuk meneladani akhlak-akhlak yang baik.

Rasulpun memiliki cara untuk mempengaruhi jiwa anak, diantara: berteman dengan anak dan tidak memaksa anak mengikuti kita dalam hal ini kita menjadi (sabahat) yang mengerti akan kebutuhan bukan segala keinginan anak, menanamkan kegembiraan pada anak setiap saat, mengadakan perlombaan dan memberikan hadiah pada anak, memotivasi dan mendukung segala potensi anak, memberikan pujian dan sanjungan, selalu bermain bersama, menumbuhkan sifat percaya diri, memanggil dengan panggilan yang paling baik, mengabulkan keinginan dan mengarahkan bakat anak, memberikan janji dan ancaman yang tegas.

 Sementara itu, hal yang tidak kalah penting dalam mendidik anak adalah membentuk aktifitas ibadah anak, diantaranya dengan me ngajarkan shalat, mengajarkan haji, mengajak anak ke masjid, melatih anak membayar zakat dan shodaqoh, melatih anak berpuasa. Hal berikutnya yaitu untuk membentuk jiwa sosial dengan cara mengajak anak ke majelis orang dewasa, mengutus anak untuk melakukan keperluan, mengajak anak untuk mengucapkan salam dan menjawab salam, menjenguk anak sakit, mengajak anak menghadiri perayaan yang disyariatkan/ sesuai dengan ajaran Islam.

 Selanjutnya dalam membentuk jasmani anak, rasul sering mengajak anaknya untuk berolahraga (berenang, memanah dan berkuda), anak diarahkan untuk melakukan kegiatan olahraga yang digemarinya dan terus memotivasi kegiatannya serta memfasilitasi apa yang dibutuhkan anak.

Selanjutnya untuk menanamkan kecintaan anak pada ilmu kepada anak dengan cara, mengarahkan bakat yang dimiliki anak, karena harus diyakini setiap anak pasti memiliki bakat, mempelajari bahasa asing (arab), menceritakan kisah masa kecil ulama salaf dalam menuntut ilmu, membelikan berbagai buku-buku menarik untuk mengembangkan pemikirannya dan terakhir untuk memelihara kesehatan anak, rasul membiasakan anak-anaknya untuk membiasakan olahraga untuk anak membiasakan anak untuk bersiwak atau menggosok gigi, menjaga kebersihan kuku, melatih anak tidur dengan posisi miring ke kanan, mengajari anak pengobatan alami, melatih anak tidur setelah shalat isya dan bangun dini hari untuk shalat shubuh.

Mendidik anak itu lebih besar pahalanya dari pada ibadah haji dan jihad. Berilah pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Terbaik untuk dunia dan juga akhirat, hal tersebut diperoleh ketika anak memiliki bekal ilmu agama maupun umum. Keberhasilan seorang anak ketika dewasa itu ditentukan pada masa kanak-kanaknya. Masa anak-anak adalah masa yang sangat menentukan keberhasilannya kelak dia dewasa. Semoga setiap orang tua menyadari masa emas setiap anaknya, karena mendidik itu anak seperti halnya melukis diatas kanvas yang akan menjadi bawaan hingga masa mendatang karena anak adalah aset investasi terbesar kita sebagai orang tua di masa depan

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon di maklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tags :

Pidato Tentang Cara Rasulullah Mendidik Anak