Naskah Pidato Tentang Pentingnya Pendidikan Antikorupsi

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Naskah Pidato Tentang Pentingnya Pendidikan Antikorupsi

Korupsi menjadi salah satu wabah penyakit yang seolah-olah mendarah daging dalam kepribadian bangsa ini. Maraknya korupsi hari ini dari tingkat pejabat pemerintahan atas sampai aparat desa menunjukan betapa karakter bangsa ini mengarah pada kebobrokan. Nilai-nilai kebrahargaan dan kejujuran manusia dengan mudahnya tergadaikan dengan materi. Demi perhiasan dunia manusia menukar jati diri kemanusiaannya. Untuk itu kiranya pendidikan antikorupsi perlu untuk terus digalakan. Selengkapnya Naskah Pidato Tentang Pentingnya Pendidkan Antikorupsi

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hadirin yang berbahagia

Izinkanlah saya pada kesempatan kali ini berbicara perihal pentingnya pendidikan korupsi bagi generasi muda. Dewasa ini tak jarang perilaku koruptif menjadi hal yang sering ditemukan dalam keseharian salah satunya dengan maraknya berita-berita nasional yang mengungkapkan tingginya tindakan korupsi para pejabat pemerintahan. Perilaku koruptif seakan-akan menjadi penyakit yang mengalir bersama aliran darah kehidupan bangsa ini. Dari jajaran pemerintahan tingkat atas sampai pada institusi kemasyarakatan desa, tidakan korupsi menjadi penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Kehidupan manusia yang penuh persaingan diantaranya dalam bidang ekonomi baik itu tentang pekerjaan, kepemilikan tanah atau perusahaan laiinnya sering kali memicu manusia berbuat menyimpang. Tingginya tingkat persaingan atau beratnya beban kehidupan sering kali menjadi factor bagaimana manusia berperilaku koruptif atau menyimpang.

Hadirin yang berbahagia

Bukan hal yang mudah untuk mendefinisikan perilaku korupsi, tindakan buruk ini memilki beragam bentuk dengan berbagai motif. Tindakan buruk ini melibatkan keegoisan diri untuk memperkaya atau tindakan menguntungkan diri sendiri dengan merugikan orang lain. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, korupsi berasal dari kata korup yang artinya buruk, rusak, busuk, suka memakai barang (uang) yang dpercayakan padanya, dapat disogok (memakai kekuasaannya untuk kepentingan pribadi) (Pusat Bahasa Depdiknas).

Korupsi pun diartikan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang Negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Singkatnya istilah korupsi mengacu pada perrbuatan busuk, rusak, kotor, menggunakan uang atau barang milik orang lain (perusahaan atau negara) secara menyimpang yang menguntungkan diri sendiri.

Korupsi melibatkan penyalahgunaan kepercayaan yang umumnya melibatkan kekuasaan public untuk keuntungan pribadi. Korupsi menjadi fenomena yang menunjukan betapa kejujuran manusia telah tergerus oleh materi/ kebendaan. Saat ini kejujuran menjadi suatu hal yang amat langka ditemukan dalam kehidupan. Bahkan sering kali orang beranggapan bahwa mereka yang menjadi jujur dan benar akan menjadi pihak yang kalah dan tersisih dalam kehidupan. Kebobrokan kehidupan manusia bermuara pada ketiadaan tempat untuk orang-orang yang benar dan jujur.

Hadirin yang berbahagia

 Ada sebuah kisah china berkaitan dengan perilaku korupsi ini, kisah ini berjudul tikus di kuil. Dikisahkan bahwa bangsawan Huan dari Qi bertanya kepada Guan Zhong, perdana menterinya: apakah ancaman terbesar bagi Negara? ‘’ Ancaman itu adalah mereka yang menyerupai tikus-tikus di kuil,’’ jawab Guan Zhong.’’ Anda tentunya sudah melihat tikus-tikus di dinding kuil, kuil adalah tempat yang sacral. Tetapi jika dipenuhi dengan tikus, sangat sedikit yang dapat kita lakukan. Jika kita mencoba mengasapinya agar mereka keluar, kita malah bisa jadi membakar kuil itu; jika kita menuangkan air di lubang-lubang di dinding, kita bisa jadi merusak lapisan dan cat dinding itu. Orang-orang yang dekat dengan penguasa, kata Guan Zhong adalah seperti tikus-tikus itu.

Mereka menggunakan pengaruh mereka untuk keuntungan mereka sendiri. Mereka menerima suap dan berkolusi dengan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang sama untuk merongrorng Negara. Mereka mendukung orang-orang yang mendengarkan mereka dan mempersulit orang-orang yang tidak mendengarkan mereka. Sepanjang waktu sang penguasa berada dalam kegelapan. Orang-orang sperti ini harus dihukum tapi sayangnya mereka memiliki tempat di hati penguasa. Jika segalanya terus seperti ini maka Negara akan hancur.

Dalam cerita ini kuil adalah sebuah Negara sedangkan tikus adalah pra pejabat atau pegawai negeri yang seolah-olah setia kepada Negara dengan bekerja bersungguh-sungguh tetapi dibalik itu mereka menggerogoti keuangan Negara dengan melakukan pemerasan, penggelapan, kecurangan, penggelembungan harga, dan perbuatan-perbuatan kotor lainnya.

Hadirin yang berbahagia

Korupsi menjadi penyakit yang menjadi begitu sedemikian akutnya hingga sulit untuk disembuhkan. Mengapa korupsi masih saja berlangsung?

 Sedikitnya ada tujuh alasan diantaranya 1) kemiskinan yang seolah-olah membuat manusia menempuh jalan pintas untuk memenuhi kebutuhannya. 2) kekuasaan yang berlebihan atau yang berasal dari keserakahan. 3) budaya, seseorang pernah meneliti bahwa masyarakat indonesi adalah masyarakat keluarga besar, yakni sebuah masyarakat yang mempunyai nilai bahwa kesuksesan seorang anggota keluarga harus pula dinikmati oleh seluruh anggota besar. 4) ketidaktahuan bahwa tindakan yang dilakukan adalahh korupsi. 5) rendahnya kualitas moral masyarakat, gaji rendah sering dijadikan alasan untuk mencari tambahan penghasilan meskipun dengan cara-cara yang tidak benar. 6) lemahnya kelembagaan politik suatu Negara, baik menyangkut system hukumnya, birokrasi, maupun system interaksi antar lembaga yang cenderung melahirkan perilaku dan budaya korup. 7) korupsi terjadi karena merupakan penyakit bersama. Seperti dikatakan oleh Kimpberly Ann Elliot bahwa korupsi menjadi gejala baru dalam globalisasi. Dalam dunia yang serba terkoneksi maka penyakit korupsi dengan cepat menular dari satu kawasan ke kawasan lainnya.

Hadirin yang berbahagia

Mengetahui apa dan bagaimana korupsi serta bahaya yang ditimbulkannya maka saatnya kita berkata tidak pada korupsi. Saatnya menggalakan aktivitas antikorupsi atau bahkan pendidikan antikorupsi. Pendidikan antikorupsi dapat dipahami sebagai usaha sadar dan terstruktur yang diberikan pada siswa berupa pengetahuan, nilai-nilai, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan agar mereka mau dan mampu mencegah dan menghilangkan peluang, tetapi juga siswa sanggup menolak segala pengaruh yang mengaruh pada perilaku koruptif.

Singkatnya pendidikan antikorupsi ditujukan agar siswa dapat menghalau setiap tindakan yang mengarah pada perilaku koruptif, salah satunya dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, keberanian, keadilan, keterbukaan, kedisiplinan, kesederhanaan, kerja keras dan kepedulian.

Pendidikan antikorupsi memiliki tujuan tertentu diantaranya adalah: 1) pembentukan dan pemahaman mengenai berbagai bentuk korupsi dan aspek-aspeknya; 2) perubahan dan sikap terhadap korupsi, 3) pembentukan keterampilan dan kecakapan yang dibutuhkan dalam melawan perilaku korupsi.

Hadirin yang berbahagia

Pendidikan antikorupsi sangat mendesak untuk diupayakan tentunya dengan melihat keadaan bangsa ini yang sulit melepaskan diri dari jerat perilaku bobrok ini. Saatnya mengembalikan keberhargaan manusia untuk tidak tertipu oleh kesenangan duniawi dan jerat ‘indahnya’ materi. Kita sebagai manusia saatnya berusaha menjadi sebnar-benarnya manusia untuk tidak menggadaikan kualitas pribadi dengan materi.

 Baiklah barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan. Akhir kata semoga kita dapat menjadi manusia yang kejujurannya tidak dapat tergadaikan oleh perhiasan duniawi. Tentunya kita mengharapkan bahwa kejujuran yang ita perjuangkan dapat mengantarkan kita ke surga. Kurang dan lebihnya mohon dapat dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.