Naskah Pidato Berjudul Dosa dan Taubat

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

25 July 2016

Naskah Pidato Berjudul Dosa dan Taubat

 Bukankah manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa?, Iblis laknatullah menggoda manusia dari segala penjuru agar mereka tergoda untuk berbuat maksiat dan tenggelam dalam kubangan dosa. Namun manusia pun memiliki kekuatan untuk menghalaunya diantaranya dengan memohon perlindungan dan bertaubat kepada-Nya. Selengkapnya naskah pidato berjudul dosa dan taubat berikut ini, Semoga Bermanfaat !

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

Hadirin Rahimakumullah

Abu Bakar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda,’’ Tetaplah kamu untuk selalu memperbanyak tahlil dan istighfar, karena Iblis berkata,’ aku binasakan manusia dengan dosa dan maksiat, sedangkan mereka membinasakanku dengan tahlil dan istighfar. Maka kemudian kubinasakan lagi dengan hawa nafsu, sehingga mereka menyangka bahwa mereka dalam kebenaran.  
Dalam riwayat lain Rasulullah Saw. Bersabda,’’ Setiap anak cucu Adam (pastilah) mempunyai dosa dan kesalahan. Dan sebaik-baiknya orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertobat. Setiap manusia pasti memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa dan kemaksiatan meskipun keduanya dinilai sangat menjijihkan. Saudara ku, marilah kita amati keseharian kita – adakah suatu aktivitas yang benar-benar bersih dari dosa? Pikiran, perkataan dan perbuatan kita, adakah benar-benar telah bersih dari dosa?

 Musuh manusia sangat lihai dan cerdik, iblis laknatullah ini menggoda manusia dari berbagai penjuru. Olehnya manusia di sesatkan agar berperilaku menyimpang, olehnya pula manusia tergoda untuk meremehkan dosa kecil, olehnya pula orang-orang baik terjangkit sifat ujub dan olehnya pula manusia tenggelam dalam kubangan kemaksiatan sementara mereka tidak menyadari bahwa hal itu adalah perkara yang tidak benar. Namun meskipun demikian pengaruh iblis hanya dapat bekerja pada mereka yang menjadikannya sebagai pemimpin sedangkan manusia yang menjadikan Allah sebagai kemudi kehidupannya insya allah akan selamat dari godaan iblis tersebut.

Manusia dipastikan pernah melakukan dosa bahkan sering sekali berbuat dosa baik yang disadari atau tidak. Bahkan agakya setelah kita menyadari bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari dosa tetap saja sulit sekali untuk menghentikan kecenderungan untuk berlaku buruk. Namun seburuk apapun kita atau sekelam apapun perilaku kita di masa lalu jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya. Dia yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun membukakan pintu taubat seluas-luasnya bagi siapapun dari para hamba-Nya yag mau bertobat kepada-Nya. Tentunya dengan sebenar-benar taubat.

 Saudaraku, Allah berfirman,’’ Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukan kamu ke dalam surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai.

Hadirin Rahimakumullah

 Begitu besar cinta Allah kepada hamba-hamba-Nya, untuk itu marilah kita semua menyambut cinta Allah dengan terus mendekatkan diri dan bersegera meraih ampunan Allah Swt. Hanya orang-orang yang tidak berilmu yang tidak bersegera untuk meraih ampunan Allah Swt. Mereka itulah yang disebut dengan orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah.

Allah berfirman,’ Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Zumar 57)

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, sungguh yang menyampaikan tidak lebih baik dari yang mendengarkan. Akhir kata semoga bermanfaat dan mohon maaf terhadap setiap kesalahan dan kekurangan ketika penceramahan ini berlangsung.

Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh