Ceramah Tentang Kandungan Makna Kalimat Talbiyah

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Ceramah Tentang Kandungan Makna Kalimat Talbiyah

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan haji yang di dalamnya umat muslim pergi berbondong-bondong menunaikan panggilan Allah SWT untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Tentunya baik haji ataupun umrah identik dengan kalimat talbiyah bukan? Lalu sebenarnya apa makna dari bacaan yang disunnahkan untuk dibaca sepanjang ibadah haji berlangsung tersebut, selengkapnya ceramah tentang kandungan makna kalimat talbiyah berikut,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

Hadirin yang dirahmati Allah

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki hari raya umat islam yang kedua yakni hari raya idul adha. Sebelum merayakannya kita akan memasuki bulan haji yang di dalamnya umat muslim pergi berbondong-bondong menunaikan panggilan Allah SWT untuk berhaji. Umat muslim dari belahan bumi manapun berjuang untuk dapat memenuhi panggilan Allah SWT dengan menunaikan rukun islam yang kelima yaitu berhaji.

Sungguh bahagia mereka yang diberi kesempatan untuk dapat mengunjungi baitullah. Tidak hanya mengunjungi, mereka pun diberi kesempatan untuk beribadah di tempat yang memiliki kemuliaan yang tinggi di sisi Allah. betapa indahnya bisa menikmati setiap hirupan nafas yang begitu bernilai ibadah dan lantunan dzikir yang terus menggema. Bisa bersujud di tempat yang begitu membuat kita dekat kepada sang Pencipta. Tempat yang merupakan saksi perjuangan umat muslim dalam mengabdi kepada-Nya dari zaman Nabi Ibrahim sampai akhir zaman nanti.

Beruntung sekali mereka yang diberi kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah haji. Bagi umat muslim di Indonesia, mereka harus mengantri kurang lebih 10 tahun untuk mendapat giliran pergi ke tanah suci. Maklum, Tanah Indonesia ini menjadi tempat hidup umat muslim terbanyak di dunia. Maka barang tentu kesempatan berhaji adalah buah dari kesabaran dan perjuangan panjang bagi umat muslim.

Siapapun yang akan berhaji atau umrah pun pasti tidak asing dengan kalimat talbiyah. Karena kalimat talbiyah menjadi bacaan yang disunnahkan bagi mereka yang mengunjungi ka’bah. ''Labbaikallaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbarika, innal hamda wan-ni’mata laka wal-mulka laa syariika laka.'' Artinya : Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Ya Allah sesungguhnya segala puji dan nikmat itu adalah milik-Mu dan kerajaan (kekuasaan) itu adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagimu.

Saudaraku, Kalimat yang disunnahkan sepanjang perjalanan haji tersebut memiliki empat kandungan makna. Apa sajakah itu? Diantaranya adalah tauhid, syukur, sabar, dan tawakal. Kalimat tauhid yang terkandung dalam bacaan talbiyyah dapat dilihat dari kalimat laa syarikalak yang artinya tidak ada sekutu bagimu. Hal ini mengindikasikan bahwa siapapun yang yang datang ke tanah suci harus meng-Esakan Tuhannya yaitu Allah Rabbul Izzah.

Tidak boleh ada yang menyekutukan Allah dengan cara apapun, termasuk beranggapan bahwa ada barang-barang atau benda-benda tertentu yang memberikan manfaat kepada manusia. Manusia datang melaksanakan haju bukan untuk menyembah batu yang ada di masjidil haram, atau menyembah gunung yang berada di padang arafah, atau pun menyembah pilar yang ada di mina. Tapi sekali lagi, manusia berhaji mutlak hanya kerena untuk menghamba kepada Allah yang memrintahkan rukun islam yang kelima ini.

 Makna kedua yang terkandung dalam bacaan talbiah adalah ungkapan syukur yang dapat diketahi dari lafal innal hamda yang artinya sesungguhnya segala puji. Ungkapan syukur ini mengindikasikan adanya kesadaran diri bahwa segala sesuatu yang ada dalam kehidupannya merupakan nikmat yang tak terhingga dari Allah. bahkan kesempatan untuk berhaji pun adalah nikmat yang diberikan Allah kepada manusia melalui kesehatan, kemampuan secara financial, keselamatan, dan hal lainnya yang diberikan Allah. Maka sejatinya, manusia tidak memiliki kemampuan apapun selain kemampuan yang Allah berikan. Oleh sebab itu, manusia harus bersyukur pada setiap detik kehidupan yang diberikan-Nya.

Saudaraku, makna ketiga yang terkandung dalam bacaan talbiyah adalah sabar yang terdapat dalam lafal wanni’mata (dan kenikmatan). Hal ini dikarenakan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk lupa diri ketika bergelimpangan nikmat. Sehingga sabar dalam menghadapi kenikmatan sangat diperlukan agar manusia tidak lupa terhadap setiap kebaikan yang Allah berikan. ibadah haji merupakan kenikmatan dari Allah yang tidak dapat diukur dengan materi. Maka umat muslim yang sedang berhaji tidak boleh menjadi kufur nikmat sehingga ia janganlah ia rafats, fusuk dan jidal.

Rafats artinya mengeluarkan perkataan yang menimbulkan birahi atau tidak senonoh dan bersetubuh. Fusuk berarti melakukan perbuatan yang mengakibatkan diri menjauh dari tauhid Allah. sedangkan jidal berarti banyak bertengkar denagan kata-kata (berbantah-bantahan) & bermusuhan.

Saudaraku makna keempat yang terkandung dalam bacaan talbiyah adalah tawakal yang dapat diketahui dari lafal ‘walmulk’ yang artinya dan seluruh kerajaan atau kekuasaan. Maksudnya adalah bahwa kekuasaan atau kerajaan Allah sangatlah besar sehingga kita harus bertawakal atau bergantung penuh pada-Nya karena sejatinya kita tidak memiliki apapun di dunia ini.

Hadirin Rahimakumullah

Banyak hikmah yang dapat diambil dari setiap rangkaian ibadah haji bahkan untuk mengurai makna yang terkandung dalam kalimat talbiyyah pun manusia harus merenungi kedalamannya dengan sungguh-sungguh. Semoga pada saatnya kita diberi kesempatan untuk dapat mengunjungi baitullah dan mengambil hikmah sebanyak mungkin dari perjalanan ibadah tersebut.

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon dapat dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh