Pidato Bertemakan Prasangka Rasial

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Pidato Bertemakan Prasangka Rasial

Racial prejudice atau prasangka rasial adalah hal yang kerap kali menyelimuti benak kita. Sering kali kita memberika streotype pada golongan tertentu tanpa alasan yang jelas. Hingga pada akhirnya kita tumbuh dalam prasangka terhadap pihak-pihak yang notabene berbeda dengan kita. Agar lebih lengkap simak secarang langsung pidato yang bertemakan prasangka rasial ini, Semoga Bermanfaat !

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya menyampaikan sedikit bahasan tentang prasangka rasial atau yang dalam bahasa inggris disebut dengan racial prejudice. Barang kali kita semua telah mafhum bahwa tidak ada di dunia ini yang sama persis, pada intinya tidak ada sesuatu yang sama persis di dunia ini. Menyadari ini tentunya kita menjadi tahu bahwa perbedaan adalah hal yang lumrah dan pasti terjadi dalam kehidupan ini.

Berbicara tentang perbedaan tentunya kita sangat tahu bahwa bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang besar dan sarat akan perbedaan. Dari sabang sampai merauke, warna warni manusia terlahir. Berbagai agama, adat istiadat, etnis dan budaya mewarnai keberagaman indonesia. Dengan keberagaman ini, indonesia menjadi begitu kaya warna-warni kehidupan yang melangkapi kehidupan manusia.

Perbedaan tentunya memberikan sisi positif dan negatif, keduanya memberikan pilihan bagi manusia agar mampu mempertahankan hal-hal yang positif dan memperbaiki hal-hal yang negatif. Sisi positifnya adalah bahwa indonesia begitu kaya dengan khazanah budaya dimana keberadaannya menjadi bagian dari anugerah yang harus ditelusuri hikmahnya.

Produk budaya baik itu dalam bentuk gagasan atau karya menjadi hal yang yang begitu mudah ditemui dalam setiap sudut kehidupan bangsa ini. Lalu apa sisi negatif dari keberagaman ini? Diantara sisi negatif keberagaman yang barang kali telah diketahui umum adalah bahwa keberadaannya sering kali menjadi pemicu konflik baik antar etnis maupun antar agama. Selain itu ada beberapa kecenderungan dimana kita tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan prasangka rasial.

 Apakah prasangka rasial itu?

Barang kali ketika kita kecil kita pernah mengalami disaat sedang asyik-asyiknya bermain orang-orang dewasa di sekeliling kita sering mengingatkan untuk ‘’berhati-hati’’. Berhati-hati untuk apa? Pertama kita disuruh berhati-hati dengan teman yang berasal dari etnis china, jawa, batak dan lainnya. Kenapa harus berhati-hati, karena dalam perjalanannya katanya etnis batak itu keras, etnis china itu licik dan sebagainya.

Dalam perjalanannya prasangka rasial ini adalah angggapan negatif yang sifatnya subjektif dan sering kali mewarnai setiap lini kehidupan. Tak dapat dipungkiri bahwa kita tumbuh dalam prasangka-prasangka terhadap orang yang dinilai berbeda dari kita entah itu agama, etnis, adat istiadat dan sebagainya. Hingga pada akhirnya di sebuah negeri yang kaya akan keberagaman ini, kita malah menjadi asing dan gagap akan perbedaan.

Prasangka-prasangka ini membentengi dunia kita untuk dapat lebih banyak bergaul dengan orang lain yang memiliki dunia yang tak sama dengan kita. Prasangka rasial adalah hal yang sering ditemukan dalam masyarakat kita bahkan sampai saat ini. Seperti yang kita dengar ada kata prasangka dan rasial, prasangka berkaitan dengan anggapan negatif yang disematkan pada seseorang atau sekelompok orang tertentu. Sedangkan rasial ini sendiri berkaitan dengan ciri-ciri fisik, ras, suku bangsa, bangsa dan sebagainya.

Prasangka rasial atau anggapan, praduga, sangkaan ini keberadaannya tidak didasarkan pada alasan kebenaran yang berasal dari suatu penyelidikan melainkan hanya sebagai suatu hal yang muncul atas dasar ragu-ragu. Prasangka rasial ini benar-benar mengganggu hubungan sosial manusia. Hingga pada prosesnya prasangka rasial ini menjadi salah satu akar dari munculnya berbagai konflik yang bertemakan perbedaan.

 Hadirin yang berbahagia

Perbedaan adalah suatu hal yang pasti dalam kehidupan, tapi anehnya kita sebagai manusia sering kali tidak dapat memberikan ruang untuk menyadari bahwa untuk hidup dalam perbedaan dibutuhkan sikap saling menghormati dan menghargai. Keberagaman indonesia adalah gambaran betapa unik dan berwarnanya manusia di Indonesia. Beragam jenis manusia dengan kekayaan sudut pandang ikut menyertai kehidupan di nusantara ini. Sudah saatnya menghalau diri dari berbagai prasangka rasial yang membuat kita tidak objektif dalam menilai orang lain. Memang tidak sepatutnya kita menilai seseorang dari atribut golongan yang ia miliki. Hal yang sering kali menjadi pola pkir yang keliru adalah seperti hal nya orang yang menisbahkan kesalahan individu sebagai bagian dari kesalahan kelompok. Misalnya adalah anggapan bahwa setiap toko yang dimiliki di tanah abang adalah milik etnis tionghoa padahal sebenarnya tidak demikian.

Prasangka rasial membatasi dunia manusia karena keberadannya mengganggu aktivitas hubungan manusia. Prasangka rasial tak ubahnya menjadikan seseorang gagap akan perbedaan tidak hanya dalam urusan bertindak melainkan berpikir. Prasangka rasial adalah penjara yang membentengi manusia untuk hidup bersama satu sama lain dalam bingkai indahnya keberagaman.

Hadirin yang berbahagia

 Islam mengajarkan kita untuk bersikap adil baik dalam berpikir, berucap maupun bertindak. Keadilan berpikir dapat dilakukan dengan menjauhkan diri dari berbagai prasangka terhadap berbagai orang utamanya mereka yang memiliki perbedaan dengan dunia kita. Menghilangkan prasangka rasial ini menjadi suatu keharusan agar kita dapat hidup harmoni dalam perbedaan. Sehingga pada akhirnya dunia ini menjadi begitu indah karena kita dapat menangkap berbagai pelajaran dan hikmah dari setiap perbedaan dan keunikan yang dimiliki setiap orang dan golongan.

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Akhir kata semoga kita menjadi orang yang berpikiran terbuka terhadap setiap perbedaan sehingga kita tidak hidup dalam kungkungan prasangka rasial terhadap orang lain. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tags :

Pidato Bertemakan Prasangka Rasial