Ceramah Tentang Profil Ulama Madzhab Fikih

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Ceramah Tentang Profil Ulama Madzhab Fikih

Barang kali kita tidak asing lagi dengan empat ulama madzhab fikih yang diantaranya Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Syafii. keempat tokoh tersebut merupakan pemiir hebat yang keberadaannya medzhab dalam hukum islam yang terus diikuti sampai kini. Ilmu-ilmunya menjadi goresan pahala yang terus mengalir karena kemanfaatan ilmunya yang tak habis dimakan waktu. Bagaimanakah profil lengkap ulama fikih ini, selengkapnya ceramah tentang profil ulama madzhab fikih berikut ini, Semoga Bermanfaat !


 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin

 Hadirin Rahimakumullah

Pada kesempatan ini izinkan saya menyampaikan beberapa tokoh madzhab fikih agama islam. Tentunya kita tidak asing dengan nama Imam Maliki, Imam Hambali, Imam Hanafi, dan Imam Syafi’i. keempat tokoh ulama ini merupakan pemikir hebat yang keberadaanya melahirkan madzhab dalam hokum islam yang terus diikuti sampai hari ini.

Yang pertama adalah Imam Maliki atau Imam Malik bin Anas yang terlahir dari keluarga yang terhormat. Para ahli tarikh berbeda pendapat mengenai tahun kelahiran Imam Malik, Ibn Khalikan menyebut 95 H tetapi yang umum diterima adalah 93 H, dan beliau 13 tahun lebih muda dari rekannya Abu Hanifah. Beliau menggali ilmu di Madinah yang saat itu merupakan pusat pendidikan, kakeknya dan pamannya adalah ahli hadits. Diantara ulama-ulama yang menjadi guru beliau adalah Imam Ja’far Sadiq, Muhammad bin Syahab Az-Zahri, Yahya bin Saeeb dan Rabi Rayi.

 Keilmuan Imam Malik dapat dipelajari melalui kitab-kitab yang beliau tulis diantaranya: Al-Muwatha, Kitab Al-Syia, Risalah Fil radin Ala Qadariah, Tafsir Ghoibil Quran dsb. Setelah mengabdikan seluruh hidupnya untuk Agama Islam, Imam Malik wafat di madinah pada tahun 179 H.

Yang Kedua dari madzhab ulama fikih adalah yang biasa disebut Imam Hanafi yang bernama lengkap Abu Hanifah Al-Nu’man ibn Tsabit yang dilahirkan di kufah pada tahun 80 H atau semasa dengan pemerintahan Abdul malik bin Marwan. Beliau seorang non arab keturunan Persia. Dalam pengembaraan ilmunya beliau belajar banyak dari para sahabat nabi seperti Hammad bin Abi Sulaiman, Ibrahim Al-Nakhai, Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Abas dsb.  Diantara kita yang beliau tulis adalah kitab Ar-Risalah, Kitab Al ‘Alim Wal Muta’alim, Kitab Al Fiqhur Akbar, dsb.

Yang ketiga adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris atau yang dikenal dengan sebutan Imam Syafi’i. Beliau lahir di Ghaza pada 767 M, ayahnya meninggal saat beliau masih kanak-kanak dan dibesarkan oleh ibunya dalam himpitan kemiskinan. Beliau belajar hadits dan fiqh dari Muslim Abu Khalid Al-Zindi dan Sufyan Ibn Uyayna. Beliau hafal kitab AL-Muwatha karangan Imam Malik sebelum ia menjadi muridnya.

 Untuk menjawab dahaga keilmuannya, beliau berpetualang mencari ilmu kairo, Baghdad dan Yaman. Daya ingat dan pemikirannya yang tajam membuat Imam Syafi’I dianggap sebagi pendiri ilmu usul al fiqh. Imam Syafii wafat di Mesir pada tanggal 20 Januari 820 M atau 204 H.

Yang selanjutnya adalah Imam hambali atau Imam Ahmad bin Hambal yang diahirkan pada tahun 164 H di kota Baghdad. Beliau berguru pada berbagai ulama diantaranya Sufyan bin Uyaynah, Hasyim bin Basyir bin Abi Hazin, Waki bin Al-Jarrah, Abdur Rahman bin Mahdi, Imam Syafi’i, dan Abu Yusuf Ya’kub bin Ibrahim Al-Anshari. Beliau menulis kitab yang berjudul kitab Al Sunnah dan Al Raddu ‘Ala Al Jahamiyah Wa Al Zanadigah. Setelah berkiprah besar dalam memajukan keilmuan islam Imam Hambali wafat pada tahun 241 H di Kota Baghdad.

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.