Ceramah Tentang Perlunya Berperilaku Santun

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Ceramah Tentang Perlunya Berperilaku Santun

Untuk menyemai benih persaudaraan manusia perlu berperilaku santun diantaranya dengan menyayangi orang yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua. Diantara bentuk menghormati yang lebih tua adalah dengan mendahulukan kepentingan atau urusan oran yang lebih tua seperti memberikannya jalan dan lain hal sebagainya. Akan lebih lengkap jika kita dapat menyimak secara lebih jelas ceramah tentang perlunya berperilaku santun berikut ini, semoga dapat bermanfaat !
 
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

 Hadirin Rahimakumullah

 Dari Anas Bin Malik ra.: seorang laki-laki tua menginginkan bertemu dengan Nabi Saw. Tetapi orang-orang enggan melapangkan jalan baginya lalu Nabi Saw. Bersabda : bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi yang kecil di antara kami dan menghormati yang tua diantara kami. (HR. Tirmidzi).

 Saudaraku, dalam hadits ini disebutkan adanya seorang lelaki tua yang ingin bertemu dengan Nabi saw. , tetapi jalannya telah dipenuhi orang. Mereka tidak memberikan jalan untuknya sehingga nabi meminta kepada yang hadir untuk member jalan kepada orang tua tersebut.

Selanjutnya Rasulullah saw.  Mengingatkan agar orang yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Menyayangi yang muda dan menghormati yang tua adalah bentuk perilaku santun yang akan melahirkan benih-benih persaudaraan dan menghindarkan dari benih permusuhan. Keduanya tidak dapat berjalan timpang atau sendiri-sendiri melainkan harus berjalan beriringan. Ini artinya kita tidak dapat mengharapkan orang yang lebih muda menghormati kita jika kita tidak pernah mencoba menyayangi mereka.

Salah satu contoh bentuk menghormati yang lebih tua adalah dengan mendahulukannya. Hal ini tergambar dalam salah satu riwayat hadits yang artinya kira-kira seperti ini: Dari Ibnu Umar ra. Sesungguhnya Nabi bersabda,’’ Aku bermimpi menggunakan siwak, lalu dua orang laki-laki datang kepadaku, yang satu lebih tua daripada yang lain, lalu aku berikan siwak kepada yang lebih muda. Akan tetapi ada yang menegurku: ‘Yang Tua’ lalu aku berikan kepada yang lebih tua.’’ (HR. Muslim)
 Dari hadits ini kiranya kita dapat mengetahui bahwa menghormati yang lebih tua dapat dilakukan dengan jalan member peluang kepada yang lebih tua untuk menyelesaikan urusannya terlebih dahulu apabila bersamaan waktunya dengan yang muda. Dikatakan pula bahwa anak-anak sahabat pada masa

Rasulullah menyadari betul bahwa apabila mereka berada dalam satu majlis bersama dengan orang-orang yang lebih tua umurnya, mereka tidak mau mendahului berbicara sebelum yang lebih tua berbicara atau yang lebih tua menyilakan yang muda berbicara. Mereka dididik oleh Rasulullah agar menghormati yang lebih tua sehingga dengan didikan tersebut anak-anak para sahabat pada masa Rasulullah Saw. sangat menghargai orang-orang yang lebih tua dan mendahulukan kepentingan mereka daripada kepentingannya sendiri.

 Saudaraku, bentuk perilaku santun lainnya adalah dengan menyayangi yang lebih muda. Hal ini dapat dilakukan dengan membantu dan menolong anak-anak yang usianya lebih muda dalam perihal apapun kiranya yang bisa dibantu. Misalnya bila ada anak yang tidak kuat mengangkat barang tertentu maka sudah sepatutnya bagi kita yang lebih tua untuk membantu ataupun kita dapat belajar untuk dapat berkorban bagi mereka yang usianya lebih muda dari kita.

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dapat dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ceramah Tentang Perlunya Berperilaku Santun