Ceramah Tentang Keistimewaan Shalat Berjamaah

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Ceramah Tentang Keistimewaan Shalat Berjamaah

Sejak kita kecil, kita telah diajarkan bahwa shalat berjamaah lebih baik daripada shalat munfarid atau sendiri. Salah satunya karena pahala shalat berjamaah 27 kali lipat lebih besar dibanding dengan shalat munfarid. Selain itu manfaat shalat berjamaah dapat dilihat dari berbagai aspek diantaranya aspek sosial dan pendidikan. Lebih lengkapnya simak ceramah tentang keistimewaan shalat berjamaah berikut, Semoga Bermanfaat !

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin

Hadirin Rahimakumullah

Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya menyampaikan sedikit ilmu tentang keistimewaan shalat berjamaah. Ibn Umar meriwayatkan bahwa suatu hari Umar Ibn Khaththab berpidato di hadapan masyarakat kota Jabiyah. Di dalam pidatonya, beliau menyitir sabda Rasulullah Saw. : ‘’Barang siapa yang menghendaki bertempat tinggal di tengah-tengah surga, hendaklah ia tetap berjamaah. Karena setan akan selalu bersama-sama orang-orang yang sendirian, sedangkan setan akan lebih jauh dari orang yang lebih dari satu.’’ (HR. Ahmad) 

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw. bersabda: ‘’Pertolongan Allah bersama jamaah. Jika ada seseorang dari jamaah menyendiri, pasti ia akan diserobot oleh setan, sebagaimana harimau menyerobot kambing yang terpencil dari gerombolannya.’’ (HR. Al-Daraquthni). Dari hadits-hadits ini kita tahu bahwa setan sangat menyukai orang yang tidak mau berjamaah. Oleh karena itu, agar terhindar dari gangguan setan ini, seorang mukmin harus selalu melaksanakan aktivitas berjamaah bersama mukmin yang lain misalnya dengan shalat berjamaah. Hal ini selain untuk membentengi diri dari gangguan setan, juga memiliki manfaat dan hikmah yang sangat besar.

Manfaat dari shalat berjamaah diantaranya dapat dilihat dalam aspek ibadah, pendidikan dan sosial. Dari aspek ibadah tentunya kita mengetahui bahwa pahala shalat berjamaah 27 kali lipat lebih besar dibanding dengan shalat munfarid (sendiri). Dalam aspek pendidikan shalat berjamaah menanamkan ketaatan dan kedisiplinan. Ketaatan pada imam sebagai pimpinan dan kedisiplinan dalam mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan bagi para makmum.

 Dari aspek sosial, shalat berjamaah mengajarkan kesetaraan seluruh unsure masyarakat di hadapan Allah Swt. miskin - kaya, rakyat - pejabat, bodoh – pintar, dan perbedaan lainnya tidak menjadi alasan untuk membeda-bedakan. Semua menghadap ke arah kiblat yang sama, berbaris dalam saf yang sama, melakukan gerakan yang sama, membaca bacaan yang sama, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dalam menghaap Tuhan yang sama yaitu Allah ‘Azza wa Jalla.

 Manfaat shalat berjamaah lainnya dapat diketahui melalui hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda: Pahala shalat berjamaah melebihi shalat sendirian yang dilakukan di rumah atau di kedai dengan dua puluh tujuh derajat. Yang demikian itu ialah apabila seseorang berwudhu dengan baik, kemudian ia pergi ke masjid tanpa tujuan lain kecuali untuk melaksanakan shalat. Maka setiap langkahnya akan meningkatkan derajatnya satu derajat dan menghapus darinya dosa yang pernah dilakukannya sampai ia masuk ke dalam masjid. Setelah berada di dalam masjid ia dipandang seperti melakukan shalat hingga waktu shalat tiba. Sementara malaikat terus menerus berdoa untuknya selama ia masih berada di atas tempat shalatnya, dan selagi ia belum batal dari wudhunya,’’ Wahai Allah ! berikanlah rahmat kepadanya. Wahai Allah! karuniakanlah ampunan kepadanya. Wahai Allah terimalah tobatnya.’’ (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Saudaraku, barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan. Kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ceramah Tentang Keistimewaan Shalat Berjamaah