Ceramah Bertemakan Tobat

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Ceramah Bertemakan Tobat

Siapa yang tak mengharapkan ampunan dari Allah yang Maha Ghofur? Tentunya setiap muslim mengharapkannya, lalu jalan manakah yang harus ditempuh untuk meraih Ampunan-Nya? Salah satu jalan untuk meraih ampunan-Nya adalah dengan bertobat. Lebih jelasnya, simaklah ceramah bertemakan tobat berikut ini, Semoga Bermanfaat !

 Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin

Hadirin Rahimakumullah

Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk menyampaikan sedikit ilmu berkaitan dengan tobat. Barang kali kita sering mendengar bahwa pintu ampunan begitu terbuka lebar untuk mereka yang bertobat. Tapi bagaimana sebenarnya tobat itu sendiri?

 Makna tobat adalah ketika seseorang kembali dari jalan setan menuju jalan Allah Swt., Dalam hal ini seseorang yang mengaku bertobat harus membuktikannya dengan empat hal:

 Pertama, menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukannya. Tidak ada tobat tanpa penyesalan. Menyesali bahwa apa yang telah dilakukan adalah dosa dan suatu hal yang tidak disukai Allah Swt sangat diperlukan menuju semurni-murninya tobat

Kedua, berjanji untuk tidak mengulanginya. Untuk bertobat orang perlu untuk menjaga dirinya agar tidak terjebak pada kesalahan yang sama berkali-kali. Dengan demikian ia harus beritikad dan berupaya untuk tidak mengulangi kesalahan dan kemaksiatan, kemudian mengiringi kemaksiatan yang dilakukan dengan terus berbuat kebaikan.

 Ketiga adalah memperbanyak membaca istighfar, yakni memohon ampunan kepada Allah Swt. Dan keempat, mengubah sikap dan perbuatan salahnya di masa lalu dengan memperbanyak amal saleh.

Hadirin Rahimakumullah

Berkaitan dengan tobat, Imam Al-Ghazali di dalam kitab Ihya Ulumuddin mengemukakan delapan ciri utama orang-orang yang bertobat, diantaranya:

1. Barang siapa yang mengaku bertobat tetapi dia tidak mau menuntut ilmu maka dia bukanlah orang yang bertobat.

 2. Barang siapa yang mengaku bertobat tetapi dia tidak meningkatkan ibadahnya, maka dia bukanlah orang yang bertobat.

3. Barang siapa yang mengaku bertobat tetapi dia tidak mau memaafkan musuh-musuhnya, maka dia bukanlah orang yang bertobat.

4. Barang siapa yang mengaku bertobat tetapi dia tidak mau menanggalkan kemewahan dan perhiasannya, maka dia bukanlah orang yang bertobat.

5. Barang siapa yang mengaku bertobat tetapi dia tidak meninggalkan teman pergaulannya yang tidak baik, maka dia bukanlah orang yang bertobat.

6. Barang siapa yang mengaku bertobat tetapi dia tidak mengubah akhlak buruknya, maka dia bukanlah orang yang bertobat.

7. Barang siapa yang mengaku bertobat tetapi dia tidak merapikan tempat tidur dan selimutnya, maka dia bukanlah orang yang bertobat.

8. Barang siapa yang mengaku bertobat tetapi dia tidak mau menafkahkan sebagian harta kekayaannya, maka dia bukanlah orang yang bertobat. Barang siapa yang mampu membuktikan semua ini, maka itulah sebenar-benarnya orang yang bertobat.

Allah Swt. berfirman,’’ Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukan kamu ke dalam surge yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya, sedangkan cahaya mereka memancar dihadapan dan sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.’’ (QS. Al-Tahrim: 8) 

Barangkali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.