Ceramah Bertemakan Mengenal Akhlak

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

07 August 2016

Ceramah Bertemakan Mengenal Akhlak

Sudah lama pendidikan karakter di gaungkan dan sudah lama pula orang-orang begitu risau dengan munculnya manusia-manusia bengis tak berakhlak. Berita-berita yang menayangkan perilaku amoral manusia menjadi bahan refleksi dimana kemanusiaan manusia kini? Masih adakah akhlak mulia yang bia dibangun? Selengkapnya ceramah tentang mengenal apa itu akhlak, Semoga Bermanfaat .

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin

Hadirin yang berbahagia

Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya untuk berbicara perihal karakter atau yang lazim diketahui sebagai ahlak. Apa itu karakter,? Apa itu ahlak ? mengapa keberadaannya penting? Singkatnya karakter adalah sifat, watak, dan tabiat seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Ahlak itu sendiri dapat dipahami sebagai suatu respon spontan terhadap suatu peristiwa tertentu. Misalnya, jika tiba-tiba orang terjatuh kemudian respon spontan yang dilakukannya adalah mengucapkan istighfar maka dapat dikatakan bahwa akhlaknya baik begitupun sebaliknya jika respon spontannya negatif dengan mengucapkan bahasa binatang maka dapat dikatakan akhlaknya kurang baik.

Saudaraku, cobalah untuk direnungkan, teko yang berisi air yang bersih hanya akan mengeluarkan air yang bersih dan sebaliknya teko yang isinya air kotor hanya akan mengeluarkan air kotor pula. Analogi ini memberikan pemahaman bahwa jika yang keluar dari diri kita baik ucapan maupun tindakan adalah sesuatu yang baik maka bukan tidak mungkin apa yang ada dalam diri kita pun adalah kebaikan dan sebaliknya jika yang keluar dari dalam diri kita adalah sesuatu yang buruk maka bukan tidak mungkin bahwa di dalam dirikita mengandung banyak keburukan.

Hadirin yang berbahagia

 Lihatlah dunia saat ini, bukankah akhlak yang baik menjadi sesuatu yang sulit untuk ditemukan? Hari ini mungkin dunia di ujung kehancuran ketika didalamnya dipenuhi manusia yang berakhlak bejat. Bagaimana mungkin, pembunuhan ibu terhadap anak, pemerkosaan bapak kepada anaknya, bayi yang dibuang, manusia yang dimutilasi, guru yang dibunuh oleh murid adalah berita-berita yang tak aneh menghiasi televisi hari ini.

Lalu dimanakah letak istimewanya manusia jika perihal kasih sayang pun ia kalah dengan binatang. Induk ayam begitu takut untuk menginjak anaknya, tapi manusia begitu bengis membunuh darah dagingnya sendiri. Dimanakah letak nurani manusia ketika ia begitu abai terhadap kebaikan?

Saudaraku, memang tidak mudah menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia. Manusia yang amanah dengan titipan-Nya, manusia yang bersyukur dengan segala kasih sayang dan kenikmatan hidup yang diberikan-Nya, dan manusia yang memberdayakan kemanusiaannya secara manusia.

Saudaraku, barang kali kita harus merenung adakah kita telah menggunakan hati nurani kita dengan benar? Adakah kita telah menggunakan akal kita sebaik-baiknya untuk mengenal-Nya lebih dekat, ? adakah kita telah menggunakan pendengaran dan penglihatan untuk sesuatu yang semetisnya? Atau adakah kita telah mengoptimalkan segala fasilitas yang telah diberikan-Nya dengan bertanggungjawab?

Pada akhirnya jika sedikitnya kita telah melakukan langkah itu semua maka kita menuju jalan yang dapat mengantarkan kita menjadi seseorang yang berakhlak mulia. Memang bukan perkara mudah dan sebentar untuk menjadi seseorang yang lebih berakhlak tapi kita harus siap dan mampu untuk berproses menuju itu.

Saudaraku, barang kali demikianlah yang dapat sampaikan, kurang lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh