Ceramah Berjudul Mendidik Anak Menjauhi Yang Haram

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Ceramah Berjudul Mendidik Anak Menjauhi Yang Haram

Makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok manusia yang keberadaannya tidak dapat digantikan oleh apapun. Atas dasar itu menjadi penting bagi manusia untuk memerhatikan makanan dan minuman yang masuk ke dalam perutnya. kehalalan adalah sarat utama perihal makanan dan minuman yang dapat kita makan. Dan hal ini harus diperhatikan baik-baik dan harus ditanamkan sejak kanak-kanak. Akan lebih lengkap jika kamu membaca secara langsung contoh ceramah berjudul mendidik anak menjauhi yang haram berikut ini,
 
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

Hadirin Rahimakumullah
 Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Hasan bin Ali ra. Mengambil sebiji kurma dari kurma zakat, lalu ia memasukannya ke dalam mulutnya. Rasulullah saw. bersabda: Wah-wah buanglah kurma itu! Tidakkah engkau mengetahui bahwa kita tidak boleh memakan barang zakat?’’ (H.R Bukhari dan Muslim)

 Hadits ini menjelaskan kepada kita bagaimana cara Rasulullah mendidik cucunya yang bernama Hasan bin Ali untuk tidak makan makanan yang haram. Ketika Rasulullah Saw. melihat Hasan memasukan ke dalam mulutnya kurma yang dia ambil dari tumpukan kurma zakat, beliau segera melarang dan menyuruh memuntahkannya. Bersamaan dengan itu, Rasulullah saw. mengatakan kepada cucunya bahwa keluarga beliau dilarang makan barang zakat.

 Rasulullah Saw. mendidik Hasan secara praktis untuk memuntahkan kurma yang dimasukan ke dalam mulutnya dan menjelaskan kepadanya bahwa kurma tersebut adalah hasil zakat yang haram dimakan oleh keluarga Rasulullah Saw. Dengan didikan langsung tersebut, dapat kita pahami bahwa anak didorong untuk menyadari bahwa makanan yang diharamkan oleh agama harus dijauhi. Bahkan kalau terlanjur masuk ke dalam mulut, hendaklah makanan itu dimuntahkan.

Hadits ini memberikan pelajaran bagi kita para orang tua untuk dapat mendidik anak menjauhi hal-hal yang diharamkan baik makanan, minuman, barang dsb. Usia anak-anak yang sedang gemarnya meniru adalah usia efektif untuk menyamaikan nilai-nilai kebaikan yang akan menjadi dasar perilaku baiknya. Mengajarkan anak-anak untuk menjauhi yang haram pun adalah bentuk pembelajaran bagi anak-anak agar senantiasa memperhatikan segala sesuatu yang masuk ke dalam mulutnya apakah haram ataukah halal.

 Barang kali kita tahu bahwa makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut turut mempengaruhi perilaku keseharian kita. Jika yang masuk adalah yang halal maka makanan itu dapat menjadi kekuatan untuk terus beribadah kepada-Nya. Dan jika yang masuk ke dalam perut adalah makanan atau minuman yang haram maka bagaimana mungkin karakter yang baik tumbuh dalam diri anak-anak.

Saudaraku, orang-orang yang alim terdahulu begitu memperhatikan apa yang masuk ke dalam perutnya karena mereka begitu mempercayai bahwa makanan dan minuman yang masuk ke dalam dirinya mempengaruhi kenikmatan beribadah kepada-Nya. Karena barang kali Allah tidak mau diibadahi oleh orang-orang yang pada dirinya mengandung hal-hal yang diharamkan.

Bisa dibayangkan jika kita memakan makanan yang haram lalu sari-sari makanan tersebut masuk ke dalam darah. Dan pada akhirnya darah tersebut terus dialirkan ke seluruh tubuh dan terus menetap dalam tubuh hingga anak-cucu kita kelak.

Saudaraku, saatnya kita untuk mendidik anak-anak kita untuk menghindari dan menjauhi makanan dan minuman yang haram. Jika usianya sudah cukup pun dapat dijelaskan atas dasar alasan apa kita harus menghindari dan menjauhinya.

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dapat dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh