Ceramah Tentang Keistimewaan Tawaf

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

30 July 2016

Ceramah Tentang Keistimewaan Tawaf

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan haji yang di dalamnya umat muslim pergi berbondong-bondong menunaikan panggilan Allah SWT untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Tentunya baik haji atau, pun umrah identik dengan ibadah tawaf bukan? Lalu apa keistimewaan dari ibadah tawaf ini? Selengkapnya ceramah tentang kesitimewaan ibadah tawaf berikut, Semoga Bermanfaat !

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

Hadirin yang dirahmati Allah

Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk sedikit menyampaikan tentang keistimewaan tawaf. Seperti yang kita tahu bahwa ibadah tawaf adalah salah satu ibadah istimewa dalam pelaksanaan ibadah haji. Konon, Ibadah yang pertama kali yang dilakukan nabi Adam setelah turun dari langit.

Lalu para malaikat menemuinya sambil berkata,’’semoga ibadahmu mabrur wahai Adam, dan kami pun telah melakukan tawaf di baitullah ini sejak dua ribu tahun sebelum kamu. Demikianlah yang diceritakan Muhammad bin Mukandir. Begitupun yang dilakukan malaikat ketika merasa bersalah karena telah membantah kepada Allah, mereka akan segera bertawaf.

Ibnu Umar menceritakan bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,’’ siapapun melakukan tawaf di baitullah, maka Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan satu keburukan bagi setiap langkahnya.’’ (HR.Al-Azraqy)

Barang kali tawaf dapat dijadikan media yang tepat ketika manusia begitu mengejar pengampunan Allah. layaknya malaikat yang bertawaf ketika membantah kepada Allah maka bukankah sebaiknya manusia pun bertawaf sebaik mungkin untuk mengejar pengampunan Allah SWT.

Dalam hadits lain dikatakan pula bahwa Ibnu Abbas mengatakan Rasulullah Saw. Bersabda,’’ sesungguhnya pada setiap hari Allah menurunkan 120 rahmat, 60 untuk orang-orang yang bertawaf, 40 untuk orang yang shalat, dan 20 lagi untuk orang yang memandangi ka’bah. (HR. Al-Azraqy) Apabila kita jumlahkan semua rahmat yang Allah turunkan, ternyata jumlah itu akan didapat bagi orang yang tawaf, karena orang yang tawaf akan melaksanakan shalat dan juga akan memandangi Ka’bah. Maka betapa besar orang yang melaksanakan tawaf.

Saking besarnya pahala bertawaf, Rasulullah melarang siapapun yang melarang orang lain melakukan tawaf. Dari Al-Hassan r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda,’’ Wahai bani Abdu Daar, janganlah kamu sekalian mencegah siapapun untuk melakukan tawaf di baitullah siang ataupun malam.’’ (HR. Al-Azraqy)

Abdullah bin Umar mengatakan bahwa ia telah mendengar Rasulullah saw. Bersabda,’’ Siapapun melakukan tawaf tujuh putaran, sambil menghitungnya dan melakukan shalat dua rakaat, maka dia telah menyamai pahala memerdekakan seorang hamba. Saudaraku begitu besarnya pahala tawaf bahkan sampai menyamai pahala orang yang memerdekakan budak. Sungguh beruntung mereka yang diberi kesempatan untuk mengunjungi baitullah atau bahkan menjadi orang yang memelihara. Dengannya bukankah lebih mudah bagi kita untuk terus beribadah pada-Nya salah satunya dengan tawaf.

Tawaf pun dapat dijadikan sarana untuk meraih sebanyak-banyaknya rahmat Allah. Abdullah bin Amr meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,’’ Apabila seseorang pergi dengan maksud bertawaf berarti ia telah melangkah masuk ke dalam rahmat. Maka, apabila kemudian memulai tawaf, rahmat itu pun akan memenuhi dirinya. Kemudian, dengan setiap kaki yang diangkat dan diletakannya itu, Allah akan mencatat lima ratus kebaikan untuknya dan menghapuskan lima ratus keburukan atau kesalahan darinya serta meninggalkan lima ratus derajat untuknya. Kemudian jika selesai melakukan tawaf lalu bershalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim, ia telah keluar dari dosa-dosanya, sebagaimana di dilahirkan kembali oleh ibunya.’’ (HR.Abdullah bin Amr).

Saudaraku begitu banyak rahmat Allah yang Maha Mensyukuri melalui ibadah tawaf ini. Semoga kita dijadikan oleh-Nya sebagai orang-orang yang didekatkan pada kebaikan. Bukankah akan sangat membahagiakan jika kita menjadi salah satu orang yang dekat dengan masjidil haram sehingga kita dapat menjadi lebih mudah untuk beribadah di dalamnya salah satunya untuk bertawaf.

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon dapat dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh