Ceramah Tentang Kiat-kiat Di Ijabahnya Doa

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Ceramah Tentang Kiat-kiat Di Ijabahnya Doa

Tak ada manusia yang tidak pernah berdoa, mereka selalu berada dalam keadaan memohon, meminta dan meminta pertolongan kepada Allah. Lalu bagaimana agar doa-doa kita di ijabah oleh-Nya? Agar sebuah doa diijabah oleh-Nya, kiranya kita harus mengetahui kiat-kiat apa saja yang membuat doa-doa kita berpeluang tinggi untuk diijabah. Selengkapnya, bacalah contoh ceramah tentang kiat-kiat di ijabahnya doa berikut ini !

 Assalamualaikum wr. wb

Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua

Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

Hadirin Sekalian yang berbahagia,

 Pada kesempatan kali ini izinkan saya menyampaikan sedikit ilmu tentang kiat-kiat agar doa terijabah. Sebagai seorang muslim tentunya doa adalah bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan keseharian kita. Kita begitu sering meminta dan memohon kepada-Nya. Lalu bagaimana agar doa-doa kita diijabah atau dikabulkan oleh Allah?

 Yang pertama, Memantapkan iman dan tauhid kepada Allah, dan menyambut perintah-perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, komitmen dengan aturan-Nya, yakin dengan janji-Nya, termasuk janji akan dikabulkannya doa. Allah berkata: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”(QS. Al-Baqarah: 186).

Yang Kedua, Tidak tergesa gesa dalam pengabulan, dengan terus berdoa sampai Allah mengabulkan doanya. Dalam hadits dikatakan: Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Dikabulkan seseorang di antara kalian selama tidak tergesa-gesa, dia mengatakan aku sudah berdoa tapi tidak dikabulkan untuk ku.”

Yang Ketiga, Menjaga kehalalan makan, minum, pakaian dan lain-lain-nya. Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas terkenal sebagai seorang sahabat yang sangat terkabul doanya. Beliau pernah meminta Rasulullah agar mendoakan supaya ia menjadi orang yang terkabul doanya, nabi pun mendoakan dan memberikan nasihat kepadanya agar selalu menjaga kehalalan makanan: Dari Ibnu Abbas berkata bahwa ayat ini dibacakan di hadapan Nabi saw., “Wahai manusia makanlah dari apa-apa yang di bumi dan kondisi halal dan baik, lantas Sa’ad bin Abi Waqqas berdiri dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, doakan saya menjadi orang yang terkabul doanya.’ Nabi bersabda kepadanya: ‘Ya Sa’ad perbagusilah (usahakan halal) makananmu maka engkau menjadi orang yang dikabulkan doa, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Sungguh seorang hamba menelan satu suapan di dalam rongganya maka tidak diterima darinya amalan selama empat puluh hari, begitu juga dengan hamba mana saja yang dagingnya tumbuh dari yang haram dan riba neraka lebih berhak baginya.

Yang Keempat, Memulai dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu dilanjutkan dengan shalawat kepada Rasulullah. Shalawat dan salam merupakan pembuka istijabah, dan sanjungan kepada Allah, pengantar istijabah.

 Yang Kelima, Mencari waktu waktu yang mustajabah, seperti setelah shalat wajib, hari Jum’at terutama antara waktu jeda dua khutbah, ketika imam duduk di mimbar dan setelah ‘asar sampai maghrib, ketika sedang sakit, ketika bepergian, ketika hujan, antara adzan dan iqamat, dan pada sepertiga malam terakhir.

Yang Keenam, Mendoakan untuk saudaranya muslim. Dikatakan dalam hikmah salaf: “Kalau engkau menginginkan dikabulkan doa, berdoalah dengan lisanmu yang tidak pernah engkau gunakan maksiat. Lalu ditanyakan: ‘Siapa yang tidak pernah maksiat dengan lisannya?’ Jawabnya: ‘Gunakan lisan saudaramu, biar dia mendoakan engkau, dan engkau mendoakan dia pasti doa itu tekabulkan, untuk yang didoakan dan yang mendoakan.

Yang ketujuh, Mengangkat kedua tangan. Termasuk sunah ketika berdoa mengangkat kedua tangan, kecuali di waktu-waktu tertentu yang Rasulullah berdoa di kesempatan itu dan tidak mengangkat tangan yang mengisyaratkan bahwa hal itu tidak disyariatkan.

Demikianlah sedikit ilmu yang dapat saya sampaikan, segala kebenaran tentunya milik Allah dan setiap kekurangan datangnya dari saya sendiri. Terima kasih atas perhatiannya dan semoga bermanfaat.

Wassalam Wr. Wb

Ceramah Tentang Kiat-kiat Di Ijabahnya Doa