Contoh Khutbah Jum’at Tentang Jodoh

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Contoh Khutbah Jum’at Tentang Jodoh

Contoh Khutbah Jum’at Tentang Jodoh - Jodoh adalah sebuah kata dengan sejuta misteri, bagi seorang lajang atau pemuda pemudi yang belum menemukan jodohnya, satu kata itu akan membuat kita bertanya-tanya. Jodoh belum tentu pacar mu hari ini, jodoh itu diikat oleh ikatan suci nan murni, ikatan pernikahan. Lalu bagaimana kita mencari jodoh, jika tidak tertulis secara jelas, bagaimana kita yakin bahwa orang yang kita pilih untuk menemani hidup kita adalah jodoh terbaik kita. Selengkapnya akan kita bahas pada contoh khutbah atau contoh dakwah kali ini.

لْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْداً، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِقْرَاراً بِهِ وَتَوْحِيْداً، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً مَزِيْداً
أَمَّا بَعْدُ
أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah.

Jodoh merupakan rahasia Allah yang sampai detik-detik pernikahanpun kita belum tahu apa benar ia adalah jodoh yang Allah ciptakan untuk kita. Memilih atau mendapatkan jodoh sebagai teman hidup kita adalah cerminan dari diri kita sendiri. Seseorang yang menginginkan jodoh seorang wanita yang sholehah, maka terlebih dahulu kita harus mensholehkan diri. Begitupun sebaliknya pada wanita. Ketika kita masih tetap dalam tingkatan yang sama terus menerus akan sangat sulit untuk kita mendapat jodoh ditingkat yang lebih atas. Maka dari itu dengan penigkatan iman dan takwa, kita akan dengan mudah mendapat jodoh terbaik yang kita inginkan. Rasulullah SAW memberikan tuntunan kepada kita tentang wanita seperti apa yang harus dipilih:

“Seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara: Harta, nasab, kecantikan dan agamanya. Maka utamakan memilih wanita yang beragama, kamu akan merugi (bila tidak memilihnya).” (HR. Bukhari)
Diakhir hadits tersebut ditekankan pada yang agamanya baik. Karena wanita yang sholehah Insya Allah akan dapat menjadi isteri dan ibu yang baik buat anak-anaknya. Untuk mendapatkan wanita sholehah di jaman seperti sekarang ini memang gampang-gampang susah. Yang jelas, wanita sholehah tidak akan mungkin didapat di jalanan, di tempat-tempat hiburan, atau di tempat maksiat. Mereka biasanya akan mudah ditemui di masjid-masjid, mushala, pengajian-pengajian atau di tempat-tempat yang di dalamnya sarat dengan aktivitas keIslaman.

Lalu jika kita telah bertemu dengan seorang perempuan atau lelaki bagi perempuan, apa yang kita yakini bahwa ia adalah jodoh yang baik untuk kita selain agamanya seperti yang disarankan oleh Rasulullah? Ada tiga hal yang akan membuat kita lebih meyakini pilihan kita, yang sejatinya ini kita timbang dalam masa ta’aruf (perkenalan).

Yang pertama. Pilihlah Seseorang yang mampu memaklumi keadaan kita. Jodoh bermula dari hati ke hati, ia yang bisa memaklumi dari hati bagaimana kita dari segi fisik, perasaan, keadaan dan yang terpenting ia yang mau menerima kita apa adanya.

Kedua, pilihlah yang mampu memaafkan kesalahan kita. Memang sangat sulit untuk mendapatkan pasangan baik, apalagi ia mempunyai sikap pemaaf. Pada dasarnya manusia mempunyai  batas kesabaran yang berbeda-beda, namun setidaknya ia dapat memaafkan kesalahan kita sehingga suatu saat ketika ada kehilafan yang terjadi ia mampu lapang dada dan memaafkan. Namun yang perlu anda garis bawahi, jangan sampai melakukan kesalahan fatal, karena kesabaran pada manusia mempunyai batasan.

Ketiga, pilihlah yang mampu memotivasi diri kita kearah yang lebih baik. Dalam hidup tidak selamanya kita ada di posisi diatas, seperti halnya roda yang berputar begitu pula dengan kehidupan. Ada waktu ketika hidup diatas juga ada waktu ketika kita dibawah. Yang artinya adalah seoarang pasangan yang baik ialah ia yang selalu memotivasi diri anda walaupun posisi hidup anda dibawah.

Kesimpulan dari tiga hal yang bisa kita pertimbangkan dalam memilih jodoh,  tetap tertuju pada kebaikan yang mampu  mendorong kita untuk lebih giat beribadah kepada Allah dan menjalani kehidupan didunia dengan sebaik-baiknya. Insya Allah dengan langkah yang kita ambil tersebut akan mengarahkan kita untuk menemukan dan meminang jodoh yang tepat sehingga shubungan cinta dalam ikatan pernikahan dapat langgeng dan tidak tercerai berai. Jadi jodoh itu tidak boleh berdasarkan nafsu (ganteng, cantik, kaya, dan sebagainya) tapi haruslah berdasarkan agama yaitu agama islam yang meliputi kuat aqidahnya, rajin ibadah dan berakhlaq mulia.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ

الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ