Contoh Pidato Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Contoh Pidato Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN

Para pembaca yang budiman, kali ini disini saya akan memberikan salah satu contoh pidato yang terkait dengan salah satu isu penyakit yang saat ini dan sejak dulu sudah di takuti oleh banyak sekali orang yakni mengenai Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN. Wabah dan penyakit ini bukan sekedar penyakit biasa dan main main yang bisa Anda sepelekan kapan saja. karena apabila sudah terserang dengan penyakit ini maka yang akan menjadi jaminan adalah nyawa Anda. maka dengan begitu simak teks pidatonya dengan baik dan hikmat.

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Salam sejahtera bagi kita semua.
Rasa syukur alhamdullilah saya panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatnya lah kita disini dapat berkumpul bersama sama dalam rangka memperingati 15 Juni: Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN yang mana ini begitu penting sekali karena ini akan berkaitan dengan kesehatan tubuh dan jiwa baik Anda.

Selaku penyelenggara dan pembicara dalam perayaan ini, saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar serta penghargaan setinggi tingginya atas partisipasinya dalam rangka memberikan peran serta untuk ikut berperan aktif dalam prilaku hidup sehat agar tidak terserang penyakit yang mengerikan satu ini.

Hadirin sekalian yang berbahagia DBD merupakan sebuah penyakit yang menular dan berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. penyakit yang satu ini di sebabkan oleh virus dengue yang di tularkan lewat gigitan nyamuk aedes aegypti. Pada tiap tahunnya kasus dari penyakit yang sangat berbahaya ini terus meningkat dari tahun ketahun dengan seiring bertambahnya jumlah dari mobilitas dan juga kepdatakan penduduk.

Para hadirin sekalian panyakit DBD adalah masalah kesehatan masyarakat yang sewaktu waktu dapat menjadi wabah. Dari informasi yang di dasarkan oleh hasil penelitian yang ada bahwa jentik yang berada di daerah tarakan telah mencapai hingga 36%, angka ini jauh dibawah standar WHO 95%. Itu di tahun tahun sebelumnya. dan masih banyak kasus di daerah yang lainnya lagi.

Dan untuk contoh kasus yang paling segar di ingatan kita semua di tahun 2015 ini bahwa DBD telah menyebar di kota kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Al hasil dengan keberadaan DBD tsb setidaknya sudah hampir puluhan orang harus merenggut nyawanya.

Keberdan DBD pula ini tidak terlepas dari adanya faktor yang lannya dimana masih banyak warga masyarkat yang tinggal di perkotaan yang padat penduduknya tidak sadar akan bahaya penyakit ini sehingga membuat mereka acuh tak acuh. Dan di sisi lain mungkin ada sebagian yang sadar akan pentingnya kesehatan dan menjaga lingkungan. Namun, karena lingkungan sudah terlanjur kumuh maka kesehatan mereka pun ikut terancam.

Para hadirin sekalian, sejak dulu hingga seperti sekarang ini telah banyak sekali upaya dan usaha yang telah di lakukan oleh berbagai pihak, dan yang paling pertama mengambil langkah adalah para dinas kesehatan, dari tingkat paling bawah sekalipun seperti puskesmas. Hingga dengan rumah sakit telah mengupayakan semaksimal mungkin untuk mengobati dan memberikan jaminan kesehatan bagi para pasien yang telah terkena DBD.

Untuk itulah para hadirin sekalian, cara yang paling unggul dan langkah yang paling nyata yang harus di lakukan oleh kita semua disini bukan melakukan pengobatan atau beramai ramai melakukan pencegahan setelah adanya korban. Namun yang harus di lakukan adalah dengan melakukan tindakan nyata ketika penyakit itu tiba tiba menyerang seperti melakukan pengasapan/ fogging, abatisasi selektif ataupun melakukannya dengan sistem revolving fund sistem yang menggerakan PSN di masyarakat.

Gerakan langkah yang saya berikan tadi sudah sangat baik sekali untuk di lakukan oleh kita semua. Namun sejak dulu ingatlah slogan 3 M yang memang benar benar sangat bermanfaat dan manjur sekali dalam menanggulangi penyebaran ataupun perkembangbiakan dari bibit dari nyamuk mematikan yang satu ini yakni meliputi menguras temapt penampungan air, menutup hingga rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang barang bekas yang dapat menampung media air hujan yang bisa di jadikan rumah untuk jentik jentik nyamuk itu sendiri.

Maka untuk itulah para hadirin sekalian, lalukan apa yang saya berikan diatas dan pastikan Anda menjalani pola hidup sehat agar terbebas dari penyakit yang mengerikan satu ini. saya akhiri wabilahitofik walhidayah

Wasalamualaikum wr wb

Terima kasih atas perhatiannya, dan saya mohon maf jika ada tutur kata yang salah dan kepada Tuhan saya mohon ampun.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga teks diatas bermafaat untuk Anda sekalian yang telah membacanya.

Contoh Pidato Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN