Contoh Khutbah Jum'at Tentang Kematian

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

Contoh Khutbah Jum'at Tentang Kematian

Contoh khutbah Jum'at tentang Kematian | kematian merpaka salah satu proses yang pasti akan dilalui oleh makhluk yang bernyawa, oleh karenanya sangatlah penting bagi kita sebagai umat islam untuk memahami dengan seksama tentang arti dari kematian. Dengan asumsi tersebut, disini saya akan berbagi sebuah contoh teks kutbah yang berisi contoh khutbah tentang kematian. Berikut selengkapnya:

Hadirin sidang jama’ah Jum’at yang dirahmati oleh Allah Swt....
Pada waktu dan juga kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berwasiat, baik itu bagi diri saya sendiri, ataupun bagi hadirin sekalian, yaitu agar untuk selalu dapat terus meningkatkan keimanan serta ketakwaan diri kita kepada Allah Swt. Sebab hanya dengan berlandaskan iman dan takwa sajalah, kita akan bisa selamat, baik di dunia ini, maupun dimasa akhirat nanti.

Tema yang akan saya bawakan pada kutbah jum’at kali ini tidaklah membawakan tema yang baru, akan tetapi saya ingin sedikit mengendapkan maklumat dari para hadirin sekalian yang terdahulu, dan sekarang adalah untuk sedikit merenungi serta mengingat kembali, maksud serta tujuan dari khutbah Jumat yang amat banyak tersebut. Oleh Karena itu, berdirinya saya di sini, hanya untuk kembali mengingatkan kita semuanya, baik bagi diri saya sendiri maupun bagi hadirin semua yang dimuliakan oleh Allah Swt. Seiring dengan firman Allah :


Yang artinya : “Ingatlah olehmu, bahwa sesungguhnya sebuah peringatan itu sangat bermanfaat atau berguna bagi orang - orang yang beriman”.(Q.S :Adzdzaariyaat : 55).

Maka dengan berlandaskan firman diatas, pada kesempatan yang berbahagia kali ini, saya ingin kembali mengajak kia semua untuk merenungi maksud dan tujuan dari hidup ini, melalui sebuah sarana, yang mungkin dapat mengimbangi gerak langkah hidup kita di dalam menjalani hiruk-pikuknya bahtera dunia ini, mudah-mudahan setidaknya mampu sedikit memotifasi diri kita semua di dalam mendekatkan diri terhadap Allah Swt, yaitu melalui sarana “mengingat mati”.

Hadirin sidang jama’ah Jumat yang dirahmati oleh Allah Swt....
Hidup didunia hanyalah tempat sebagai persinggahan sementara. semenntara kematian, sesungguhnya merupakan awal kehidupan manusia yang kekal serta abadi.


Nabi Muhammad Saw bersabda:


artinya : “Aku dan dunia seperti seseorang yang sedang mengadakan perjalanan di suatu hari yang panas, kemudian berteduh sejenak di bawah rindangnya sebuah pohon, lantas kembali pergi meninggalkan pohon itu untuk kembali melanjutkan kembali perjalanan yang panjang”. (HR. Ibnu Mâjah dan Ahmad).

Allahpun berfirman:
“Kehidupan di dunia ini bagaikan permainan dan senda gurau semata. Sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang - orang yang bertakwa. Apakah kamu tidak berpikir? (QS : Al-Anâm : 32)
Hadirin jama’ah jum’at sekalian yang dirahmati oleh Allah SWT

Kalau kita membaca dan memahami, maka begitu jelas makna dari hadis dan ayat diastas. Logikanya, bahwa kehidupan didunia ini bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan hanya sebuah persinggahan sementara untuk sebuah perjalanan yang sangat panjang dan juga melelahkan, maka bekal apakah yang semestinya kita siapkan untuk sebuah perjalanan yang maha panjang tersebut? Di antara hal yang bisa memotivasi diri kita untuk mempersiapkan bekal tersebut dengan sebaik - baiknya adalah dengan cara memperbanyak mengingat mati.

Nabi Saw bersabdah
yang artinya : "Perbanyakkanlah untuk mengingati mati, maka niscaya kalian akan dapat menyepelekan kelezatan dunia”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Kalaulah kita selalu bersedia untuk mengejar pangkat, harta dan jabatan yang hanya bersifat sementara, bahkan belum tentu semua itu bisa kita rasakan, mengapa kita tidak bersedia untuk mempersiapkan diri kita terhadap hal yang sudah pasti akan kita rasakan nantinya. Bukankah kenyataan hidup selama ini telah mengatakan, bahwa umur manusia itu akan ada akhirnya ?

Allah Swt berfirman:
yang artinya : “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”. (Ali Imran: 185)
Tidak ada yang bisa dan mampu menahan serta menghalanginya.
Hadirin jama’ah jum’at sekalian yang dirahmati oleh Allah SWT

Demikianlah kutbah singkat yang dapat saya sampaikan