Contoh Pidato Dalam Acara Walimatul Tasmiyah

Butuh Contoh Pidato? atau mau Pintar Pidato? Tema apapun ada disini. Terbaru, lengkap dan terbaik

23 April 2016

Contoh Pidato Dalam Acara Walimatul Tasmiyah

Walimatul Tasmiyah Atau biasa dikenal dengan istilah Aqiqah merupakan acara yang bertujuan untuk memotong tali pusar sang bayi yang baru berumur kurang lebih 7 hari. Acara ini biasa juga dikenal dengan istilah puputan. Nah, setelah sebelumnya saya memberikan referensi Contoh Pidato Walimatul Haml sekarang akan saya suguhkan kepada anda bahan referensi Contoh pidato Walimatul Tasmiyah.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

(Pilih muqoddimah pidato yang anda sukai)

Bapak-bapak,serta para undangan sekalian yang berbahagia!
Patutlah kita semua mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT. Karena berkat rohmat, hidayat serta inayah-Nya kita semua masih bisa menunaikan tugas-tugas kehidupan baik yang berhubungan dengan tuhan (hubungan Vertikal) maupun yang berhubungan dengan manusia (hubungan Horizontal). Sehingga dengan iringan rohmat, hidayat serta inayat Allah tersebut kita semua pada malam ini bisa memenuhi undangan bapak Abd. Rouf yang mempunyai hajat walimatul Tamsiyah, walimah dalam rangka member nama kepada anak yang kedua.

Selanjutnya kami tak lupa membaca sholawat kepada nabi yang mana dari beliaulah kita semua bisa mengetahui mana ajaran-ajaran yang benar(ajaran yang diridhoi Allah) dan mana ajaran-ajaran yang bathil (ajaran-ajaran yang dimurka Allah). Begitu juga semoga keselamatan dan kesejahteraan tetap tersandang kepada keluarga Nabi Muhammad, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti ajaran-ajarannya.

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Perkenankanlah kami berdiri dimuka para bapak-bapak sekalian ini adalah karena mendapat tugas dari bapak shohibul hajat bapak Abd. Rouf untuk menyampaikan sepatah, dua kata dalam pertemuan malam ini.

Pertama, kami atas nama keluarga dari bapak Abdul Rouf mengucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran bapak untuk memenuhi undangannya dalam rangka walimatul tasmiyah. Sekaligus untuk menyaksikan atas pemberian nama kepada anak yang baru lahir tujuh hari yang lalu. Anak tersebut diberi nama Ahmad Burhanuddin bin Abdul Rouf. Mudah-mudahan nama yang disandangnya itu membawa barokah di dalam kehidupannya, nama yang dapat mengantarkan kebahagiaan hidup di dunia dan diakherat.

Kedua kalinya kami atas nama keluarga bapak Abdul. Rouf mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila kami sekeluarga dalam menjamu atau menerima para hadirin kurang sopan, atau hidangan, tempat duduk yang kurang memuaskan karena memang itulah kemampuan dari bapak Abdul. Rouf

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Memang memberikan/pemberian nama kepada seorang anak itu adalah merupakan suatu kewajiban dan hak bagi orang tua, utamanya nama yang bagus, misalkan nama-nama yang diambulkan dari al-qur’an, Abdul Rahim, Abdul Manan dan lain sebagainya atau nama yang diambulakan dari bahasa jawa yang tidak melanggar syari’at islam misalnya kartosusilo, sutejo dan lain sebagainya dalam hal ini Rosulluloh SAW bersabda sekaligus untuk menjadi pedoman bagi seluruh umatnya:

“MIN HAQQIL WAALIDI’ALAL WALADI AN YUHSINA ISMAHU WA-ADABAHU”

Artinya:

“sebagian dari kewajiban orang tua kepada anaknya adalah membangun namanya dan membaguskan ahlaknya"

Berangkat dari hadist ini berarti kita selaku orang tua dan anak-anak dituntut untuk berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan nama yang baik kepada anaknya. Seandainya kita tidak mampu dalam memberikan nama yang baik kepada anaknya. Seandainya kita tidak mampu dalam memberikan nama yang baik kepada anak kita, maka sebaiknya kita tanyakan kepada atau minta nama dari orang yang lebih pandai, apakah itu kepada kyai atau guru agama, sebab nama itu mempengaruhi psikologi bagi si anak tersebut. Misalkan saja anak itu bernama kaslan yang artinya pemalas, secara lambat laun menginjak dewasa anak tersebut akan menjadi pemalas, atau setidak-tidaknya terkena sifat pemalas tersebut.

Dan berangkat dari hadist tersebut di atas si orang tua di tuntut untuk membaguskan ahlak atau budi pekertinya. Dalam hal ini si orang tua lah yang harus memberi wejangan, didikan dan pengawasan yang efesien. Bagaimana mereka bergaul dan pendidikan ahlak ini para bapak sekalian, tidak hanya cukup dititipkan di sekolahan saja tapi lebih dari itu pendidikan ahlak itu ditekankan dirumah dan orang tualah satu-satunya figure dan contoh tauladan bagi anak-anaknya. Kalau prilaku orang tua itu sesuai dengan aturan-aturan agama, insya’allah si anak tersebut akan mengikutinya, akan berbuat baik seperti ayahnya, begitupun sebaliknya, kalau orang tua senangnya main kartu niscaya anak tersebut akan gemar main kartu. Dan begitulah seterusnya.

Haadirin sekalian yang berbahagia!
Hanya itulah sambutan yang dapat kami sampaikan pada malam ini. Sekali lagi kami atas nama keluarga mengucapkan ribuan terima kasih atas kesediaan bapak untuk hadir di majlis ini, dan mohon maaf apabila ada sesuatu yang tidak berkenan dihati para hadirin sekalian.

Dan marilah kita berdo’a kepada Allah semoga anak yang baru saja diberi nama Ahmad burhanudin sebagaimana yang kita saksikan bersama kelak menjadi anak sholeh, berguna bagi agama nusa dan bangsa, taat kepada Allah, kepada kedua orang tuanya, menjalin hubungan dengan sanak keluarga dan bisa memakmurkan bumi Allah ini dengan sebaik-baiknya dengan tidak merugikan kehidupan mahluk lainnya.

Terima kasih atas segala perhatiannya dan mohon perhatiannya danmohon maaf yang sebesar besarnya atas segala kesalahan dan kehilafannya. Dan akhirnya…………….

WABILLAAHIT TAUFIQ WALHIDAYAT WAR RIDLOO WAL INAYAT WASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLOHLOOHI WABAROKAATUHU.